Jumat, 05 September 2008

hari ini jurnal magang terakhir eui, sedihnya,,,,hixhixhix




Senin, 01/09/08

1.Mengganti Header Web Access Data Management
2.Mendrop table pada oracle, yakni table unutk menampilkan hasil ukur dari BAMS (Broadband Access Measurement Systems)
3.Update data pada c:\inetpub\wadm. Ada beberapa file *.php yang diperbaharui dan juga ditambah karena ada penmbahan table tadi
4.Mengedit beberapa file *.php, seperti view_un_sto.php dan view_rek_dpsj.php

Selasa, 02/09/08

1.Browsing
2.Mengedit gambar grafik anomali dan wsucc, kemudian ditampilkan pada halaman depan web Access Data Management.
3.Mempelajari Object Oriented

Rabu, 03/09/08

1.Mengupdate tampilan dari Web Access Data Management
2.Mengajukan Laporan Prakerin

Kamis, 04/09/08

1.Mengupdate tampilan dari Web Access Data Management
2.Membackup data inetpub, Wadm files dan xampp
3.Menghapus file-file yang sudah ada data barunya
4.Upload data di Web Access Data Management
5.Memperbaiki script php dari halaman tampilan wsucc, anomaly dan dpsj dari Web Access data management

Jum’at, 05/09/08

1.Meminta tanda tangan JOM HR Representative Kandatel JAKTIM untuk surat keterangan PRAKERIN
2.Maintenance PC
3.Scan virus
4.Kajian Muslimah


[+/-] LenGkaPnya diSni Low, hehe

Rabu, 03 September 2008

tiPs puaSa seHat :)

Menjalankan ibadah puasa adalah sebuah kewajiban bagi umat muslim, namun jika ditilik dari sisi kesehatan dibalik nilai ibadah dari ritus yang dijalankan sebulan penuh tiap tahun ini, juga tersimpan banyak manfaat. Tapi tentu saja jika itu dijalankan dengan aturan yang benar dan tidak asal-asalan. Bagaimana memadukan antara ibadah dan mendapatkan manfaat bagi kesehatan kita, berikut kami suguhkan 6 tips menjalankan puasa sehat:

1. Jangan Tinggalkan Sahur

Sahur merupakan salah satu rangkaian dalam ibadah puasa Ramadhan yang sangat disarankan, dalam sebuah Hadist disebutkan bahwa “Bersabda Rasulullah SAW: “Sahurlah kamu, karena dalam sahur itu terdapat berkah yang besar”. Kenapa sahur penting bagi kita yang menjalankan puasa?, Saat menjalankan puasa tubuh kita tidak mendapatkan asupan gizi kurang lebih selama 14 jam. Untuk itu supaya tubuh dapat menjalankan fungsi dengan baik, sel-sel tubuh membutuhkan gizi dan energi dalam jumlah cukup. Untuk menu sahur sebaiknya pilih makanan berserat dan berprotein tinggi, tapi hindari terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang manis-manis.

Banyak makan makanan manis disaat sahur akan membuat Anda cepat lapar di siang hari. Makanan manis membuat tubuh bereaksi melepaskan insulin secara cepat, insulin berfungsi memasukkan gula dari dalam darah ke dalam sel-sel tubuh dan digunakan sebagai sumber energi. Sedangkan makan makanan berserat membuat proses pencernaan lebih lambat dan membantu insulin dikeluarkan secara bertahap. Untuk membuat energi dari sahur tahan lama, bersahurlah lebih akhir saat mendekati imsak.

2. Jangan Tunda Berbuka

Setelah seharian menahan lapar dan dahaga tentunya energi kita terkuras, untuk memulihkan energi kembali, saat berbuka makanlah karbohidrat sederhana yang terdapat dalam makanan manis. Makanan yang mengandung gula mengembalikan secara instant energi kita yang terkuras seharian. Tetapi usahakan menghindari minum es atau yang bersoda, karena jenis minuman ini dapat membuat pencernaan tak berfungsi secara normal.

3. Makanlah Secara Bertahap

Biasanya begitu mendengar bedug magrib, tanpa tunggu lagi kita langsung menyantap habis hidangan yang disediakan diatas meja. Ini bukanlah pola yang bagus untuk kesehatan, setelah seharian perut kita tak terisi dan organ cerna beristirahat, sebaiknya jangan langsung menyantap hidangan dalam jumlah besar. Saat tiba waktu berbuka makan makanan manis, seperti kolak, atau minum teh hangat, istirahatkan sesaat, bisa Anda gunakan jeda itu untuk menjalankan sholat magrib sambil memberi waktu organ cerna kita menyesuaikan. Baru setelah sholat Anda dapat lanjutkan kembali makan makanan yang lebih berat seperti nasi dan lauk-pauknya. Dan setelah Tarawih dilanjutkan lagi dengan sesi makan kecil atau camilan.

4. Jangan Tinggalkan Olahraga

Menjalankan puasa bukan berarti berhenti total berolahraga. Justru aktivitas fisik tetap dibutuhkan untuk menjaga kelancaran peredaran darah agar kita tidak mudah loyo. Namun untuk urusan ini pilih olahraga ringan yang tak membutuhkan energi berlebih, seperti lari-lari kecil atau jalan kaki. Sebaiknya lakukan olahraga menjelang waktu berbuka. Tarawih selain ibadah juga sebagai sarana menjaga kebugaran
jasmani karena saat melakukan sholat tarawih sama dengan membakar kalori.

5. Konsumsi Cukup Air

Air merupakan zat yang sangat dibutuhkan tubuh. Lebih dari 60 % tubuh kita terdiri dari air. Untuk menjalankan fungsinya dengan baik setiap organ tubuh kita membutuhkan air. Tanpa air yang cukup tubuh akan mengalami gangguan. Untuk itu perbanyak minum air untuk simpanan dalam tubuh supaya semua organ berfungsi dengan baik. Yang disebut air disini bukan hanya berupa air putih, tapi susu dan teh pun juga termasuk di dalamnya. Supaya kebutuhan tubuh tercukupi, aturlah agar Anda minum delapan gelas air sebelum menjalani puasa esok hari.

6. Kendalikan Emosi

Rasulullah bersabda bahwa puasa itu bukan hanya menahan lapar dan dahaga tetapi juga menahan nafsu. Dengan kata lain tujuan puasa adalah me-manage emosi, belajar bersabar dan berupaya mendekatkan diri kepada Tuhan. Secara psikologis ini mempengaruhi mental-spiritual kita, dengan mengendalian emosi membuat jiwa kita
tumbuh lebih sehat, dan merasakan kedekatan dengan Allah membuat hati kita damai.

Tetap SEMANGAT ya puasanya :)

[+/-] LenGkaPnya diSni Low, hehe

Senin, 01 September 2008

juRnaL magaNgnya teLat Lagi euiiiii,,,soWryyyy

Senin, 25/08/08

1.Instalasi AutoCad Map release 2
2.Backup Data Web Access Data Management
3.Sharing data server untuk 2 client

Selasa, 26/08/08

1.Bimbingan Rohani
2.Mengecek kesalahan pada server, karena localhost tidak mau diakses dari server.
3.Browsing

Rabu, 27/08/08

1.Browsing
2.Mengecek server karena Web Access Data Management tidak dapat diakses

Jum'at, 29/09/08

1.Browsing
2.Mengedit header Web Access Data Management
3.Mengganti tampilan depan berita dari Web Access Data Management dengan tampila anomaly dan wsucc

[+/-] LenGkaPnya diSni Low, hehe

Selasa, 26 Agustus 2008

peNyakiT - PenYakiT LidaH

Ketahuilah bahwa bahaya lisan amatlah besar. Tidak ada orang yang dapat selamat dari bahayanya kecuali dengan diam. Karena itu Rasulullah SAW memuji diam dan menganjurkannya. Beliau bersabda:

“Barangsiapa yang diam, ia selamat.”

“Diam adalah kebijaksanaan, tetapi sedikit sekali yang melakukannya.”

“Barangsiapa yang memberi jaminan kepadaku dengan apa yang ada di antara kedua cambang (lidah) dan kedua kakinya (kemaluan), maka Aku akan menjaminnya dengan surga.”

Diriwayatkan bahwa Mu’adz bin Jabal berkata, “Wahai Rasulullah, berwasiatlah kepadaku.” Maka Raulullah SAW bersabda kepadanya, “Sembahlah Allah seakan-akan engkau melihat-Nya dan hitunglah dirimu diantara orang-orang yang telah mati. Jika engkau mau aku kabarkan kepadamu apa yang menjadi milikmu dari ini semua (beliau menunjuk pada lidahnya).”
Kini kami akan menjelaskan penyakit-penyakit lidah. Kami akan memulai dari penyakit yang paling ringan lalu meningkat pada penyakit yang lebih berat secara berurutan.

PENYAKIT PERTAMA, pembicaraan yang tidak berguna bagimu. Ketahuilah, bahwa jika engkau mengatakan sesuatu yang tidak ada manfaatnya bagimu, maka engkau telah menyia-nyiakan umurmu dan menempatkan dirimu pada penghisaban serta mengganti yang lebih baik dengan yang lebih rendah. Kalau engkau mengingat Allah, sebagai ganti dari berbicara yang tidak berguna, atau engkau diam, atau menyibukan diri dengan berpikir, niscaya dengannya engkau mencapai derajat yang tinggi.

Rasulullah SAW bersabda, “Termasuk bagusnya keislaman seseorang adalah ia meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat baginya.”

PENYAKIT KEDUA, berlebihan dalam berbicara. Yaitu mengulang-ulang apa yang tidak berguna dan menetapkan tambahan lafaz-lafaz yang tidak perlu. Termasuk kategori ini adalah engkau mengatakan misalnya, “Ya Allah hinakanlah anjing ini.” Muthrif berkata, “Untuk mengagungkan Allah didalam hatimu, janganlah kamu berzikir kepada-Nya dengan perkataan seperti perkataan salah seorang darimu kepada anjing, keledai, dan sebagainya, ‘Ya Allah hinakanlah ia.’ Kelebihan berbicara itu tidak terbatas.

Rasulullah SAW bersabda, “Berbahagialah bagi orang yang menahan kelebihan dari lidahnya dan menafkahkan kelebihan dari hartanya.”

PENYAKIT KETIGA, tenggelam dalam kebatilan dan kemasiatan, seperti membicarakan perihal perempuan, berkum[pul dengan orang-orang yang meminum khamer dan orang-orang fasik. Hal ini ditujukan dalam firman Allah SWT., “Dan adalah Kami membicarakan yang batil bersama dengan orang-orang yang membicarakannya.” (QS. Al-Muddatstsir: 45)

PENYAKIT KEEMPAT, perbantahan dan perdebatan dalam menyebutkan hal-hal yang terlarang yang telah ada atau yang akan dituju. Hal itu dilarang. Rasulullah SAW., “Janganlah engkau bantah saudaramu dan janganlah engkau mempermainkannya. Janganlah engkau mengikat janji dengannya, lalu engkau mengingkarinya.”

“Barangsiapa yang meninggalkan perbantahan padahal ia adalah benar, maka dibangunkan baginya sebuah rumah disurga tertinggi. Dan barangsiapa yang meninggalkan perbantahan dan ia adalah salah, maka dibangunlah untuknya sebuah rumah disurga paling bawah.”

PENYAKIT KELIMA, pertengkaran, Itu pun tercela. Yaitu, memusuhi seseorang untuk mengambil hak atau hartanya. ‘Aisyah ra. berkata Rasulullah SAW bersabda, “Orang yang Allah benci adalah yang paling keras dalam pertengkaran.”

Abu Hurairah ra. berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa berdebat dalam suatu pertengkaran tanpa ilmu, maka senantiasa ia dalam murka Allah hingga ia berhenti.”
PENYAKIT KEENAM, mengeluarkan kata-kata dari kerongkongan dengan memaksakan bersajak dan membuat-buat kefasihan. Rasulullah SAW bersabda, “Aku dan orang-orang yang bertakwa dari umatku berlepas diri dari memaksakan diri.”

Fathimah ra. mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Sejahat-jahat umatku adlah yang memakan-makanan yang nikmat dari jenis-jenis makanan, memakai bermacam-macam pakaian, dan memanjangkan pembicaraan.”
PENYAKIT KETUJUH, cacian, makian, dan kekejian lidah. Semua itu tercela. Rasulullah SAW bersabda, “Berhati-hatilah kalian terhadap kekejian, karena Allah SWT tidak menyukai kekejian dan membuat-buat kekejian.” Hal itu ditujukan kepada orang yang memaki orang-orang yang musyrik yang terbunuh pada perang Badar.

Rasulullah SAW bersabda, “Perkataan dan perbuatan keji dan perselisihan adalah dua cabang dari kemunafikan.”
PENYAKIT KEDELAPAN, kutukan, baik kepada binatang, benda mati, maupun manusia.
Rasulullah SAW bersabda, “Orang mukmin bukanlah tukang laknat.”

PENYAKIT KESEMBILAN, nyanyian dan syair. Rasululah SAW bersabda, “Mengisi perut seseorang darimu dengan nanah adalah lebih baik daripada mengisi dengan syair.” Yang dilarang adalah melakukannya secara terus-menerus. Jika tidak, maka terdapat riwayat yang menunjukkan diperbolehkannya.

PENYAKIT KESEPULUH, ialah senda gurau. Asalahnya dilarang dan tercela kecuali dalam kadar yang sedikit. Rasulullah SAW bersabda, “Janganlah berbantah-bantahan dengan saudaramu dan jangan bersenda gurau dengannya.” Ketahuilah bahwa yang dilarang adalah senda gurau yang berlebihan, karena hal itu akan menyebabkan banyak tertawa, sementara banyak tertawa dapat mematikan hati. Rasulullah SAW bersabda, “Aku suka ergurau, tetapi aku tidak mengatakan sesuatu kecuali yang benar.”

PENYAKIT KESEBELAS, ejekan dan cemoohan. Semua itu adalah haram. Allah SWT berfirman, ....janganlah suatu kaum mengolok-ngolok kum yng lain... (QS Al-Hujurat (49): 11). Maksudnya adlah merendahkan, mencemoohkan, dan menyebutkan aib. Kadang-kadang hal itu dilakukan dengan peniruan perbuatan dan perkataan.

Rasulullah SAW bersabda, “Orang-orang yang memperolok-olokkan orang lain dibukakan pada mereka pntu surga, lalu dipanggil, ‘Kemarilah. Kemarilah.’ Maka dia mendatangkan dengan penuh kesusahan dan kesengsaraan. Ketika ia datang, ditutupnya pintu itu. Kemudian dibukakan padanya pintu lain, lalu dipanggil, ‘Kemarilah. Kemarilah.’ Maka dia mendatanginya dengan penuh kesusahan dan kesengsaraan. Ketika ia mendatanginya, ditutupnya pintu itu. Demikianlah seterusnya sehingga dibukakan bagi orang itu pintu, lalu dikatakan, ‘Kemarilah. Kemarilah.’ Maka ia tidak mendatanginya.”

PENYAKIT KEDUA BELAS, menyebarkan rahasia. Hal itu dilarang, karena hal itu menyakiti dan meremehkan sahabat. Rasulullah SAW bersabda, “Pembicaraan diantara kamu adalah amanah.”
PENYAKIT KETIGA BELAS, janji palsu. Hal itu dilarang. Itu termasuk tanda kemunafikan. Allah SWT berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman, penuhilah akad-akad itu (QS Al-Maidah (5): 1)

Rasulullah SAW bersabda, “Janji itu adalah pemberian.”
PENYAKIT KEEMPAT BELAS, dusta dalam perkataan dan sumpah. Itu termasuk dosa-dosa yang amat jelek. Diriwayatkan bahwa Abu Bakar ra. berpidato setelah wafat Rasulullah SAW. Ia bersabda, “Rasulullah SAW berdiri di tengah-tengah kami di tempatku berdiri saat ini.” Kemudian ia (Abu Bakar) menangis. Lalu melanjutkan pidatonya, “Beliau bersabda, ‘Janganlah sekali-kali kamu berdusta, karena dusta adalah sumber kemaksiatan. Keduanya adalah didalam neraka.’”
Rasulullah SAW bersabda, “Kebohongan adalah salah satu pintu kemunafikan.”

PENYAKIT KELIMABELAS, menggunjing (ghibah). Terlebih dahulu kami sebutkan ketentuan ketentuan syariat yang mencela gunjingan. Allah SWT berfirman, “...dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang diantara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati?” (QS. Al-Hujurat (49): 12)

Rasulullah SAW bersabda, “Janganlah sekali-kali kamu melakukan gunjingan, karena gunjingan lebih berat daripada perziaan. Karena, jika seseorang berzina lalu bertobat, maka Allah mengampuninya. Sementara penggunjing tidak diampuni sebelum orang yang digunjing memaafkannya.”

Allah SWT mewahyukan kepada Musa as., “Barangsiapa yang mati dalam keadaan bertobat dari gunjingan, maka ia adalah oramng terakhir yang memasuki surga. Dan barangsiapa yang mati dalam keadaaan melakukan gunjingan, maka ia adalah orang pertama yang memasuki neraka.”
Batasan ghibah adalah engkau menyebut seseorang dengan sebutan yang tidak disenanginya kalau ia mendengarnya, apakah yang engkau sebutkan itu merupakan kekurangan pada tubuh, nasab, perbuatan, perkataan, agama, maupun dunianya, bahkan dalam pakaian, rumah, dan tunggangannya.
Abu Ad-Darda’ berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang membela kehormatan saudaranya yang sedang dipergunjingkan, maka Allah SWT akan membela kehormatannya pada hari kiamat.”


[+/-] LenGkaPnya diSni Low, hehe

Senin, 25 Agustus 2008

Hufttt,,,,soWry juRnaL maGangnYa teLat Lagi eui,,,,


Selasa, 19/08/08

Browsing
Scan virus
Mencari crack rekso transtool versi 1.0

Rabu, 20/08/08

Browsing
Memperbaiki Laporan Prakerin

Kamis, 21/08/08

Browsing
Cek koneksi LAN

Jum’at, 22/08/08

Browsing
Mempelajari hasil alat ukur BAMS untuk diwebkan


[+/-] LenGkaPnya diSni Low, hehe